Sunday, May 22, 2011

RIP ( Routing Information Protocol )

Pengertian RIP :
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).


RIP yang merupakan routing protokol dengan algoritma distance vector, yang menghitung jumlah hop (count hop) sebagai routing metric. Jumlah maksimum dari hop yang diperbolehkan adalah 15 hop. Tiap RIP router saling tukar informasi routing tiap 30 detik, melalui UDP port 520. RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.

RIP pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

RIP versi 1 dan RIP versi 2 :


• RIPv1 didefinisikan pada RFC 1058, dimana menggunakan classful routing, tidak menggunakan subnet. Tidak mendukung Variable Length Subnet Mask (VLSM).


• RIPv2 hadir sekitar tahun 1994, dengan memperbaiki kemampuan akan Classless Inter-Domain Routing. Didefinisikan pada RFC 2453.

Perbedaan RIP versi 1 dan RIP versi 2 :

RIPv1
RIP merupakan routing information protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rutedefault.
RIP versi 1

-hanya mendukung routing classfull

-tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing

-tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)

-perbaikan routing broadcast

RIPv2
Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada RIPv2 ini.
RIP versi 2

-mendukung routing classfull dan routing classless

-info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing

-mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)

-perbaikan routing multicast

Paket Format RIP versi 1 dan RIP versi 2 :

Format pesan RIP v1
Pesan RIP dienkapsulapsi dalam User Datagram Protocol (UDP). Datagram dikirim dari alamat IP router dan UDP port 520 ke subnet broadcast alamat IP. Pesan RIP versi 1 terdiri dari 4-byte header RIP dan lebih dari 25 rute RIP. Maksimum pesan RIP adalah sebesar 504 bytes. Dengan 8-byte header UDP, Ukuran maksimum pesan RIP adalah 512-byte IP payload.

Format RIP v1 :






Command Bagian format pesan RIPv1 sebesar 1-byte yang mengandung 0x01 atau 0x02. 0x01 mengindikasikan RIP request untuk semua (RIP Request umum) atau sebagian dari tabel routing dari router tetangga. 0x02 mengindikasikan RIP response yang mengandung semua atau sebagian dari tabel routing router tetangga. RIP response dapat merespon RIP request atau as the periodic or triggered update message.
Version Bagian format pesan RIPv1 sebesar 1-byte yang menge-set value menjadi 0x01 untuk mendefinisikan bahwa format pesan adalah RIP v1.
Family Identifier Bagian format pesan RIPv1 sebesar 2-byte yang mengidentifikasi jenis protokol. Bagian ini menge-set value menjadi 0x00-02 untuk mengidentifikasikan jenis protokol.
IP Address Bagian format pesan RIPv1 sebesar 4-byte untuk menge-set identitas IP jaringan yang dapat menjadi identitas jaringan berbasis kelas, sebuah identitas yang tersubnet (diiklankan hanya dengan jaringan yang tersubnet juga), sebuah alamat IP (untuk sebuah rute host), atau 0.0.0.0 (untuk rute default). Untuk RIP request yang umum, alamat IP diset menjadi 0.0.0.0.
Metric Bagian format pesan RIPv1 sebesar 4-byte untuk jumlah dari hops ke jaringan IP yang harus mempunyai nilai 1 sampai 16. Metric ini diset menjadi 16 dalam RIP Request yang umum atau untuk mengindikasi bahwa jaringan tidak dapat dicapai ( unreachable ) dalam sebuah RIP response (announcement).

Format pesan RIP v2
Format pesan RIPv2 menggunakan bagian yang tidak berguna pada format pesan RIPv1 dengan menambahkan subnet masks dan informasi lain.







Pengertian dari setiap bagian format pesan :

Command—mengindikasikan apakah paket adalah pesan request atau pesan response. Pesan request bertanya apakah router mengirimkan semua atau hanya sebgian dari tabel routing. Pesan response mengandung rute-rute. Router mengirimkan response secara berkala atau sebagai jawaban atas sebuah request.
Version—menspesifikasikan versi RIP yang digunakan. Bagian ini diset menjadi 2 untuk mengspesifikasikan RIPv2 dan diset menjadi 1 untuk RIPv1.
AFI—menspesifikasikan jenis alamat yang digunakan. RIP didesain untuk membawa informasi routing untuk beberapa protokol yang berbeda. Setiap entri mempunyai AFI untuk mengindikasikan jenis alamat. AFI untuk IP adalah 2. AFI diset menjadi 0xFFF untuk entri pertama untuk mengindikasikan bahwa the sisa entri mengandung informasi authentication.
Route tag—untuk membedakan antara rute internal (dipelajari dengan RIP) dengan rute external (dipelajari dari protokol lain). Kita dapat menambahkan atribut yang lain selama pendistribusian ulang protokol routing.
IP address—menspesifikasikan alamat IP (jaringan) tujuan.
Subnet mask—mengandung subnet mask alamat tujuan. Jika bagian ini berisi 0, maka tidak ada subnet mask yang dispesifikasikan.
Next hop—mengindikasikan alamat IP dari hop berikutnya, lewat mana saja paket dikirimkan agar dapat mencapai alamat tujuan.
Metric—mengindikasikan bagaimana hops tiap router mencapai tujuan. Nilai metric adalah antara 1 hingga 15 untuk rute yang benar atau 16 untuk rute yang unreachable atau rute yang tak terhingga.

Setiap update akan dikirimkan ke alamat multicast, yaitu 224.0.0.9.

Timer

Protokol RIP memiliki beberapa timer. Pengguna dapat mengkonfigurasi nilai timer yang ada. Pengaturan default untuk penghitung waktu adalah sebagai berikut:

• waktu update 30 detik. Setiap detik waktu update, proses RIP dibangkitkan untuk mengirim pesan yang berisitabel routing ke semua router RIP tetangga.

• waktu timeout 180 detik. Setelah berakhirnya batas waktu, rute tidak berlaku lagi, namun disimpan dalam tabel routing untuk waktu yang singkat sehingga tetangga dapat mengetahui bahwa rute telah hilang.

• waktu pengumpulan sampah 120 detik. Setelah berakhirnya waktu pengumpulan sampah, rute akhirnya dihapus dari tabel routing. Perintah waktu dasar memungkinkan nilai default dari timer yang tercantum di atas harus diubah.

No comments:

Post a Comment